RSS

kreatifitas dan Inovasi Pendidikan

Hubungan Kreatifitas dengan Inovasi Pendidikan
( Inovasi Pendidikan)

Sebelum kita membahas hubungan antara kreativitas dengan inovasi dalam pendidikan, kita harus memahami terlebih dahulu pengertian dari kreatifitas maupun inovasi. Berikut beberapa pengertian inovasi dan kreatifitas.
 Menurut Munandar (1985), kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi atau unsur-unsur yang ada. Hasil yang diciptakan tidak selalu hal-hal yang baru, tetapi juga dapat berupa gabungan (kombinasi) dari hal-hal yang sudah ada sebelumnya.
Guilford (dalam Munandar, 2009) menyatakan kreativitas merupakan kemampuan berpikir divergen atau pemikiran menjajaki bermacam-macam alternatif jawaban terhadap suatu persoalan, yang sama benarnya (Guilford, dalam Munandar 2009).
Menurut Rogers (dalam Zulkarnain, 2002), kreativitas merupakan kecenderungan-kecenderungan manusia untuk mengaktualisasikan dirinya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
Sedangkan inovasi memiliki bebebrapa pengertian diantaranya, Inovasi merupakan suatu ide, barang, kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau kelompok (masyarakat), baik itu berupa hasil invensi maupun diskoveri. Dimana inovasi diadakan untuk mencapai tujuan tertentu dan memecahkan suatu masalah tertentu.
 Bahkan inovasi memiliki makna baru. Santoso S. Hamijoyo dalam Cece Wijaya dkk (1992 : 6) menjabarkan bahwa kata baru diartikan sebagai apa saja yang belum dipahami, diterima atau dilaksanakan oleh si penerima pembaharuan, meskipun mungkin bukan baru lagi bagi orang lain.
Namun ada Pandangan mengenai hubungan antara kreatifitas dan inovasi yang dikemukakan oleh Heerwagen (2003: 1) tentang keterkaitan kreativitas dan inovasi. Heerwagen menyatakan kreativitas dan inovasi merupakan konsep kembar yang saling berhubungan, namun seringkali dikaji secara terpisah dengan menggunakan metode dan model yang berbeda.
Dimana kreatifitas dipahami sebagai suatu kapabilitas melahirkan, mengembangkan dan mengubah gagasan, ide, dan perilaku tertentu. Sedangkan inovasi merupakan proses penerapan kreatifitas secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.  
Berdasarkan uraian di atas terlihat jelas hubungan erat antara konsep kreativitas dan inovasi dimana keduanya sangat diperlukan dalam mengembangkan suatu ide, gagasan, dan perilaku tertentu yang baru. Kreativitas tanpa inovasi sama seperti sayur tanpa garam, sedangkan inovasi tanpa dilandasi kreativitas tidak menghasilkan sesuatu yang baru bagi individu atau masyarakat. Tidak bisa dipungkiri jika kreatifitas terhadap kemunculan suatu ide maupun gagasan tidak akan lepas dari proses inovasi yang menjadi bagian kemunculan suatu ide atau gagasan baru. Sebagai contoh, kreatifitas seorang dalam menemukan gagasan mengenai bagaimana menciptakan suatu benda atau cara yang ditujukan untuk memudahkan kehidupan manusia yang tidak pernah dipikirkan oleh orang lain merupakan salah satu proses inovasi (lampu pijar oleh Thomas .A. Edison).
Dalam kemunculannya kreatifitas dalam Inovasi tidak selalu berwujud perubahan radikal dalam penerapannya, namun dapat juga berupa perubahan kecil dan sederhana yang melibatkan berbagai komponen gagasan tersebut. Inovasi tidak harus didominasi perubahan dengan teknologi tinggi, tetapi sentuhan teknologi hanyalah merupakan salah satu faktor inovasi dalam mengelola suatu ide. Pada aspek inilah kreatifitas akan berperan, dimana saat seseorang memiliki kreatifitas, ia akan menggunakan apa yang ada di hadapannnya untuk menciptakan suatu inovasi. Bisa dikatakan, fasilitas diluar diri individu merupakan pendukung dari suatu kreativitas dalam inovasi.
Bukan berarti inovasi hanya akan muncul dari suatu ide, gagasan, atau sesuatu yang sudah ada sebelumnya, tapi seperti yang telah dijelaskan bahwa inovasi pun dapat muncul dengan sesuatu yang benar-benar baru dan belum ada sebelumnya. Kreatifitas pun demikian, saat suatu kreatifitas muncul ide ataupun gagasan keluar tanpa paksaan dan dan bisa berupa pengembangan dari gagasan atau ide sebelumnya. Dan juga seperti inovasi, kreatifitas memiliki kesamaan yaitu ada yang bersifat positif dan negatif. Inovasi dikatakan positif jika, dalam proses membuat perubahan terhadap sesuatu yang telah ada dengan memperkenalkan sesuatu yang baru yang pada akhirnya memberikan nilai tambah bagi yang menggunakan. Sedangkan Inovasi negatif menyebabkan pengguna enggan untuk memakai hasil inovasi tersebut karena tidak memiliki nilai tambah, bahkan bisa saja merusak citra gagasan atau ide sebelumnya. Begitu juga dengan kreatifitas, kreatifitas yang bersiafat positif adalah ide atau gagasan yang nantinya akan menjadi berguna bagi orang lain dan menambah nilai sesuatu yang sebelumnya tidak bernilai. Sedangkan kreatifitas negatif, jika kreatifitas tersebut tidak bermanfaat baik terhadap diri maupun orang lain, atau bahkan malah merugikan.
Dari penjelasan diatas kreatifitas dan inovasi memiliki kesamaan yaitu:
1.      Keduanya sama-sama berorientasi pada sesuatu yang baru.
2.      Keduanya memiliki sifat positif maupun negatif.
3.      Sama - sama  mengembangkan dan mempertahankan orisinalitas dari ide maupun gagasan.
4.      Memiliki tujuan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat atas sesuatu baru yang telah dibuat.
Dalam dunia pendidikan, Inovasi maupun kreatifitas harusnya dimiliki oleh semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan. Baik itu pemerintah, pendidik (guru, staf sekolah, orang tua, dsb), bahkan anak didik. Kesadaran akan kemampuan kreatifitas dan inovasi ini harus dibangun dan digali dalam kerangka yang lebih panjang demi menyongsong masa depan yaitu meningkatkan sumber daya manusia yang potensial sebagai modal menghadapi globalisasi. Dan kita semua harus menyadari seberapa penting kreativitas maupun inovasi sebagai motor bagi pendidikan, untuk mengukir masa depn yang lebih baik dari masa sebelumnya. Oleh karena itu, upaya menumbuhkan rasa kreatifitas dan inovasi harus dikembangkan, karena maju atau tidaknya dunia  pendidikan kita sedikit banyak ditentukan oleh berhasil tidaknya kita mengembangkan kreatifitas maupun inovasi pendidikan.

Intoruduction of INOPEN



INOVASI PENDIDIKAN
 A.        Pengertian Inovasi
Inovasi atau innovation berasal dari kata to innovate yang mempunyai arti membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru untuk mencapai tujuan tertentu atau memecahkan masalah tertentu.
Inovasi terbagi ke dalam 2 jenis yaitu discovery dan invensi. Discovery mempunyai makna penemuan sesuatu yang sebenarnya sesuatu itu telah ada sebelumnya, tetapi belum diketahui, misalnya penemuan benua Amerika. Sedangkan Invensi adalah penemuan yang benar-benar baru sebagai hasil kegiatan manusia, misalnya penemuan teori belajar, mode pakaian da sebagainya.
B.      Pengertian Pendidikan
Pengertian Pendidikan berdasarkan UU RI no.20 tahun 2003 mengenai Sisdiknas: usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Ciri-ciri kegiatan pendidikan adalah sebagai berikut:
1.      Ada tujuan yang ingin dicapai.
2.      Adanya hubungan antara pendidik dan yang dididik.
3.     Adanya perubahan yang disadari dan perubahan ini cenderung permanen.
4.  Adanya nilai-nilai yang diterima oleh masyarakat (baik menurut norma agama, adat, norma susila, Hukum dan lain-lain). 
C.        Inovasi dan Moderniasi
Pada umumnya kata modern digunakan untuk menunjukkan terjadinya perubahan ke arah yang lebih baik, lebih maju dalam arti lebih menyenangkan, lebih meningkatkan kesejahteraan hidup. Dengn cara baru (modern) sesuatu akan lebih efektif dan efisien untuk mencapai tujuan. Jadi, modern dari satu segi dapat diartikan sesuatu yang baru dalam arti lebih maju atau lebih baik daripada yang sudah ada. Baik dalam arti lebih memberikan kesejahteraan atau kesenangan bagi kehidupan.
Inkeles mengemukakan secara detail tentang ciri-ciri manusia modern, berdasarkan penelitianya terhadap masyarakat yang industrinya sudah maju. Antara lain ia mengemukakan bahwa ada 12 aspek yang menjadi tanda (karakreristik) manusia modern yaitu:
1. Bersikap terbuka terhadap pengalaman baru, artinya jika menghadapi tawaran atau ajakan hal-hal yang baru yang lebih menguntungkan untuk kehidupannya akan selalu mau memikirkan dan kemudian mau menerimanya, tidak menutup diri tentang perubahan.
2. Selalu siap menghadapi perubahan sosial, artinya siap untuk menerima perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat, misalnya partisipasi dalam bidang politik, perpindahan penduduk, dll.
3. Berpandangan yang luas, artinya pendapat-pendapatnya tidak hanya berdasarkan apa yang ada pada dirinya, tetapi mau menerima pendapat yang datang dari luar dirinya serta dapat memahami adanya perbendaan pandangan dengan orang lain.
4.   Mempunyai dorongan ingin tahu yang kuat. Manusia modern akan selalu berusaha mempeoleh informasi tentang apa yang terjadi di lingkungannya dan juga informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan kehidupannya.
5.  Manusia modern lebih berorientasi pada masa sekarang dan masa yang akan datang daripada masa lampau. Manusia modern tidak hanya mengenang kejayaan dan kegagalan masa lalu, tetapi lebih aktif untuk berpikir bagaimana masa sekarang dan yang datang.
6. Manusia modern berorientasi dan juga percaya pada perencanaan baik jangka panjang maupun jangka pendek. Kehidupan manusia modern selalu direncanakan sebelumnya melalui perencanaan jangka pendek maupun jangka panjang.
7. Manusia modern lebih percaya pada hasil perhitungan manusia dan pemikiran manusia daripada takdir atau pembawaan. Ia percaya bahwa manusia dapat mengontrol kejadian di sekitarnya.
8. Manusia modern menghargai keterampilan teknik dan juga menggunakannya sebagai dasar pemberian imbalan.
9.  Wawasan pendidikan dan pekerjaan. Manusia modern memiliki wawasan yang lebih maju tentang pendidikan dan pekerjaan.
10.Manusia modern menyadari dan menghargai kemuliaan orang lain terutama orang yang lemah seperti wanita, anak-anak, dan bawahannya.
11.Memahami perlunya produksi. Manusia modern dalam mengambil keputusan akan memepertimbangkan juga sejauh mana dampak terhadap hasil produksi dari suatu industri.
D.       Pengertian Inovasi Pendidikan
Inovasi Pendidikan ialah suatu ide, barang, metode yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat) baik berupa hasil invensi atau diskoveri yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau untuk memecahkan masalah pendidikan.
Contoh inovasi pendidikan dalam setiap komponen pendidikan, diantaranya : pembinaan personalia, fasilitas fisik, bentuk hubungan antar bagian, hubungan dengan sistem yang lan dan strategi.
E.      Karakteristik Inovasi Pendidikan
Everett M. Rogers (1993:14-16) mengemukakan karakteristik inovasi yang dapat mempengaruhi cepat atau lambatnya penerimaan inovasi, sebagai berikut:
1.    Keuntungan relatif, yaitu sejauh mana inovasi dianggap menguntungkan bagi penerimanya. Tingkat keuntungan atau kemanfaatan suatu inovasi dapat diukur berdasarkan nilai ekonominya, atau mungkin dari faktor sosial (gengsi), kesenangan, kepuasan, atau karena mempuanyai komponen yang sangat penting. Makin menguntungkan bagi penerima, makin cepat inovasi tersebar.
2.    Kompatibel (compatibility) ialah tingkat kesesuaian inovasi dengan nilai (values), pengalaman lalu, dan kebutuhan dari penerima. Inovasi yang tidak sesuai dengan nilai atau norma yang diyakini oleh penerima tidak akan diterima secepat inovasi yang sesuai dengan norma yang ada.
3.     Kompleksitas (complexity) ialah tingkat kesukaran untuk memahami dan menggunakan inovasi bagi penerima. Suatu inovasi yang mudah akan tersebar dengan cepat daripada inovasi yang sukar digunakan oleh penerima.
4.   Trialabilitas (trialability) ialah dapat dicoba atau tidaknya suatu inovasi oleh penerima. Suatu inovasi yang dicoba akan cepat diterima oleh masyarakat daripada inovasi yang tidak dapat dicoba.
5.   Dapat diamati (observability) ialah musah atau tidaknya diamati suatu hasil inovasi. Suatu inovasi yang hasilnya mudah diamati akan makin cepat diterima oleh masyarakat, dan sebaliknya inovasi yang sukar diamati, akan lama diterima oleh masyarakat.
F.         Proses Inovasi
Proses tejadinya suatu inovasi dapat dibagi kedalam 2 bagian yaitu difusi dan diseminasi inovasi.
Difusi ialah proses komunikasi inovasi antara warga masyarakat (anggota sistem sosial), dengan menggunakan saluran tertentu dan dalam waktu tertentu. Komunikasi dalam definisi ini ditekankan dalam arti terjadinya saling tukar informasi (hubungan timbal balik) antar beberapa individu baik secara memusat (konvergen) maupun secara terpencar (divergen) yang berlangsung secara spontan.
Rogers mengemukakan ada 4 elemen pokok difusi inovasi, yaitu: (1) inovasi, (2) komunikasi dengan saluran tertentu, (3) waktu, (4) warga masyarakat atau anggota sistem sosial.
Sedangkan diseminasi adalah proses penyebaran informasi yang direncanakan, diarahkan, dan dikelola. Jadi kalau difusi secara spontan, maka diseminasi dengan perencanaan.
G.       Proses Keputusan Inovasi
Proses keputusan inovasi ialah proses yang dilalui  atau dialami oleh individu atau unit pengambil keputusan yang lain. Menurut Roger, ada 5 tahap proses keputusan inovasi :
1.Tahap Pengetahuan (Knowledge). Pada tahap ini seseorang menyadari adanya suatu inovasi dan ingin tahu bagaimana fungsi inovasi tersebut.
2.Tahap Bujukan (Persuation). Pada tahap ini seseorang membentuk sikap menyenangi atau tidak menyenangi terhadap inovasi.
3.Tahap Keputusan (Decision). Pada tahap ini seseorang melakukan kegiatan yang mengarah untuk menetapkan menerima atau menolak inovasi
4.Tahap Implementasi (Implementation). Pada tahap ini seseorang menerapkan inovasi. Pada umumnya implementasi tentu mengikuti hasil keputusan inovasi. Tetapi dapat juga terjadi karena sesuatu hal sudah memutuskan menerima inovasi tidak diikuti implementasi. Biasanya hal ini terjadi karena fasilitas penerapan yang tidak tersedia.
5.Tahap Konfirmasi (Confirmation). Pada tahap ini seseorang mencari penguatan terhadap keputusan yang telah diambil, dan ia dapat menarik kembali keputusannya jika diperoleh informasi yang bertentangan dengan informasi semula
H.       Tipe Keputusan Inovasi
a.    Keputusan inovasi opsional; yaitu pemilihan menerima atau menolak inovasi berdasarkan keputusan yang ditentukan oleh individu secara mandiri tanpa tergantung atau terpengaruh dorongan anggota sistem sosial lainnya.
b.    Keputusan inovasi kolektif; yaitu pemilihan menerima atau menolak inovasi berdasarkan keputusan yang dibuat secara bersama-sama berdasarkan kesepakatan antar anggota sistem sosial.
c.     Keputusan inovasi otoritas; yaitu pemilihan untuk menerima atau menolak inovasi berdasarkan keputusan yang dibuat oleh seseorang atau sekelompok orang yang mempunyai kedudukan , status, wewenang atau kemampuan yang lebih tinggi daripada anggota yang lain dalam suatu sistem sosial.
d.    Keputusan inovasi kontingensi; yaitu pemilihan menerima atau menolak suatu inovasi baru dapat dilakukan setelah ada keputusan inovasi yang mendahuluinya


PROSES INOVASI PENDIDIKAN

A.        Pengertian Proses Inovasi Pendidikan
Proses inovasi pendidikan adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan oleh individu atau organisasi, mulai sadar tahu adanya inovasi sampai menerapkan (implementasi) inovasi pendidikan.
B.        Beberapa Model Proses Inovasi Pendidikan
Beberapa model proses inovasi yang berorientasi pada individual, antara lain :
a.      Lavidge & Steiner (1961)
·         Menyadari
·         Mengetahui
·         Menyukai
·         Memilih
·         Mempercayai
·         Membeli
b.      Colley (1961)
·         Belum menyadari
·         Menyadari
·         Memahami
·         Mempercayai
·         Mengambil tindakan
Beberapa model proses inovasi yang berorientasi pada organisasi, antara lain
a.      Milo (1971)
·         Konseptualisasi
·         Tentatif adopsi
·         Penerimaan sumber
·         Implementasi
·         Institusionalisasi
b.      Shepard (1967)
·         Penemuan ide
·         Adopsi
·         Implementasi
c.       Menurut Zaltman, Duncan dan Holbek :
I. Tahap Permulaan (Inisiasi)
1. langkah pengetahuan dan kesadaran
2. langkah pembentukan sikap terhadap inovasi
II. Tahap Implementasi
1. langkah awal implementasi
2. langkah kelanjutan pembinaan


STRATEGI INOVASI PENDIDIKAN

4 Macam Strategi Inovasi
  1. Strategi Fasilitatif
Artinya untuk mencapai tujuan perubahan ocial yang telah ditentukan, diuatamakan penyediaan fasilitas dengan maksud agar program perubahan ocial akan berjalan dengan mudah dan ocial.
  1. Strategi Pendidikan
Artinya untuk mengadakan perubahan ocial dengan cara menyampaikan fakta dengan maksud orang akan menggunakan fakta atau informasi itu untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan.
  1. Strategi Bujukan
Artinya untuk mencapai tujuan perubahan ocial dengan cara membujuk (merayu) agar sasaran perubahan (klien) mau mengikuti perubahan ocial yang direncanakan
  1. Strategi Paksaan
Artinya dengan cara memaksa sasaran perubahan (klien) untuk mencapai tujuan perubahan.

PETUNJUK PENERAPAN STRATEGI INOVASI PENDIDIKAN
1.        Buatlah rumusan yang jelas tentang inovasi yang akan diterapkan
2.        Gunakan metode atau cara yang memberi kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif dalam usaha merubah pribadi maupun sekolah
3.        Gunakan berbagai macam alternatif pilihan (option) untuk mempermudah penerapan inovasi
4.        Gunakan data atau informasiyang sudah ada untuk bahan pertimbangan dalam menyusun perencanaan dan penerapan inovasi
5.        Gunakan tambahan data untuk mempermudah fasilitas terjadinya penerapan inovasi
6.        Gunakan kemanfaatan dari pengalaman sekolah atau lembaga yang lain
7.        Dunia berbuatlah secara positif untuk mendapatkan kepercayaan
8.        Menerima tanggung jawab pribadi
9.        Usahakan adanya pengorganisasian kegiatan yang memungkinkan terjadinya kepemimpinan yang efektif
10.    Mencari jawaban atas beberapa pertanyaan dasar tentang inovasi di sekolah